Selasa, 24 Agustus 2010

selo griyo ( watu omah )

Candi Selogriyo ini letaknya di Dusun Selogriyo, Kec. Windusari, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Saya cuma bisa bilang kalau candi ini letaknya jauh banget dari kota Jogja. Tapi walau jauh tetep masih bisa dicapai kok, wong empat manusia ini aja udah kesana. Hehehe.


  1. Kalau dari kota Jogja ikuti saja Jl. Magelang hingga sampai di Kota Magelang. Itu jaraknya sekitar 60 km dan memakan waktu 1,5 jam naik motor.
  2. Untuk ke Kec. Windusari sebenernya ada dua cara. Pertama, cara yang paling mudah dan cepet adalah lewat Kec. Bandongan. Untuk cara ini anda ikuti saja jalan kota yang ada di kota Magelang yang mengarah ke Kec. Bandongan. Di Kec. Bandongan sendiri nanti ada pertigaan dengan penunjuk arah ke Kec. Windusari.
  3. Kedua, ini rute paling jauh tapi dijamin pemandangannya baguuus banget (Subhanallah)! Kami memilih rute ini karena nggak tau rute yang pertama. Caranya dari kota Magelang ikuti saja jalan besar sampai tiba di Kec. Secang. Nanti ada pertigaan ke arah obyek wisata Kalibening. Belok di pertigaan itu.
  4. Kalau mengikuti rute kedua ini, anda bakal tiba di Desa Payaman. Disana penduduknya bermata-pencaharian sebagai pengumpul batu-batu kali. Cocok dibuat obyek foto. Apalagi sepanjang perjalanan kanan-kiri jalan penuh dengan hamparan sawah. Waaah!

  5.  
    Singkat cerita, anda udah sampai di Dusun Selogriyo (bisa tanya ke warga untuk lokasinya). Untuk mencapai candi ini pengunjung harus menyusuri jalan tanah SEMPIT sejauh 2 km. Motor sih bisa lewat, tapi kalau simpangan wah...repot! Pinggir jalan tanah itu ada jurang, yang penuh dengan hamparan sawah hijau. Nyammm!
  6. Buat pengunjung yang membawa mobil, bisa diparkir di sisi jalan besar sebelum masuk ke Dusun Selogriyo. 
  7. Untuk masuk ke kompleks Candi Selogriyo, pengunjung dikenakan biaya retribusi Rp. 500, murah ya? Di dekat gerbang masuk, ada tempat pembuatan arang, bisa juga belajar bikin arang disana. Untuk sampai ke candinya, kita masih harus mendaki anak tangga ke puncak bukit. Capek? Iya. Tapi kalau ingat pemandangannya, capeknya hilang deh.

    Candi Selogriyo berlatar belakang agama Hindu dan menghadap ke arah timur. Candi diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi. Dibandingkan candi-candi di Magelang yang pernah kami kunjungi, kondisi Candi Selogriyo ini memuaskan karena terbilang utuh. Walau begitu candi ini nggak memiliki candi perwara. Candi ini pernah longsor pada tahun 1998. Itu karena letak candi ini ada di atas bukit dan dikelilingi oleh lereng-lereng bukit lain. Karena itu candi ini dipindahkan posisinya biar nantinya tidak longsor lagi. Proses rekonstruksi ulang itu selesai pada tahun 2005.

    Suasana di Candi Selogriyo ini bagaikan kombinasi suasana di Candi Sambisari dan Candi Gebang. Ada banyak tempat teduh untuk beristirahat (apalagi buat pacaran :p), dan gemericik air sungai yang berada tidak jauh dari candi. Khusus untuk fotografi, Candi Selogriyo ini adalah candi yang punya banyak spot fotografi yang bagus-bagus, kedua setelah Candi Plaosan tentunya.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar